Rumah si Pitung dan Pantai Marunda

Elsa dan Olan Akur Part-1

Berlari dari kerusuhan yang dibangun sendiri, begitu mungkin kata yang cocok untuk acara ngebolangku bersama musuh tercinta, si adik Olan. Sehari-hari kami selalu bertengkar, meski kami mulai beranjak dewasa. Rukun hanya sesekali, pas lagi sama-sama jahil ngeledek adik yang umurnya lebih muda.

Ya, aku merupakan anak pertama dari empat bersaudara yang jarang banget akur, tapi suka kangen kalo lagi jauh. Hiks.

Sebenarnya hari itu aku lagi jengah dengan kelakuan si Olan ini, dia sukanya begadang keluyuran sama teman-temannya. Dan aku yang selalu dituntut untuk mengarahkan si Olan agar bisa lebih positif dalam berkegiatan. Akhirnya, entah sedang kesurupan apa, aku mengajak dia jalan jauh dari rumah, ke pantai sebelah barat Jakarta, Pantai Marunda.

Perjalanan kali ini diderai ujian yang cukup menggugah amarah. Di samping karena teriknya matahari yang menyengat, keadaan jalan Tanjung Priuk yang macet dan dipenuhi truk-truk besar cukup membuat tensi darah tak stabil. Hinggak akhirnya kami menemukan sebuah plang penunjuk arah menuju rumah si Pitung, jagoan betawi yang legendaris. Kami pun memantapkan diri untuk berhenti sejenak.

Rumah panggung bergaya Bugis ini konon merupakan rumah yang dirampas si Pitung dari juragan kaya bernama H. Syafiuddin. Pitung memang dikenal suka merampok orang-orang kaya untuk dibagikan ke orang-orang miskin. Bisa dibilang si Pitung ini adalah Zoronya orang betawi. Cool!

_mg_5422
Penampakan rumah si Pitung dari Luar

Di dalam rumah terdapat berbagai perabotan rumah tangga seperti meja, lemari, kasur, kursi dan lain-lain. Pokoknya berasa banget zaman dulunya. Rumah si Pitung ini sudah merupakan benda cagar budaya, loh! Jadi harus dilestarikan dengan tidak menyentuh barang-barang yang dipamerkan di dalamnya.

_mg_5447
Menikmati pemandangan dari jendela rumah si Pitung

Setelah asik melihat-lihat dan berfoto narsis, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Pantai Marunda. Mau ngapain ke sana? Jujur belum ada bayangan, sih. Yang penting capcus!!! Ehhh, yang penting akur, deng. Hehe

3 comments

  1. mantap mudah-mudahan rumah ncang pitung selalu terjaga dan tetep terjaga ke asliannya…. biar sampe 7 turunan masih ada .. hehehe

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s